Selasa, 20 September 2016

Journey To A New World

Image result for alam dan wanita


PERMULAAN PERTEMUAN

* Emili Ston*

Ada yang bergetar tidak karuan di sini, ya di sini tepat di dalam dada ku. Manis nya melebihi madu, aroma nya melewati tiap angin yang berhembus di hutan. Sayang nya ini hanya sementara dan tidak dapat berlangsung lama karena kami dari dunia yang berbeda.

*Mixi Mouren*

mengapa dia hanya dapat pasrah menerima semua ini? tidak ada rasa yang dulu pernah ada kembali?
begitu sakit ku rasakan denyut ini terasa akan segera berhenti. akan kah dia menolongku?

 * Zera Loxo *

akan ku lakuakn apappu untuk
Suara ombak gemericik di telinga ku. menyapu lembut ujung kaki ku yang sedang berdiri tegak menatap hamparan laut luas.

 ada yang menggangu ku dengan samar aku mendengar

 

Kiss My Hand

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/236x/5c/c9/c0/5cc9c0c96326ffecf8d50f3219d45108.jpg


Prolog

Musim Panas yang menyengat membakar sedikit kulit nya yang ke coklatan. Mata nya terus memandang King, putra pertama kami. Tangan nya melambai ke arah ku. hanya senyum manis yang bisa ku berikan pada nya.

pandangan ku menerawang jauh kedepan dan mengingat banyaknya kejadian yang tidak pernah akan terduga akan menjadi seperti ini, senyum masam terlontar dari sudut bibirku.

hembusan nafas panas menerjang tengkuk ku, aku hanya bisa bergidik geli serta merasa mulai basah yang sangat. kecupan lembut menghampiri kuping, pundak serta turun ke atas kuncup puting yang mulai mengeras.

rasa panas menyelimuti kedua tubuh kami yang bermandi kan nafsu birahi.
erangan yang saling menyambut membuat malam yang kami lalui semakin meghangat. suhu pun serasa meningkat di sekitar kami.

mata nya menatap tajam ke dalam mata ku dan.. ah tidak dia melakukan nya lagi dengan cepat..

Gerakan kami semakin cepat tidak bisa di tunggu lagi dan "aahhhhh.. " suara kami bersatu padu.

Kecupan manis kembali menghampiri bibir merah ku.

***

Chapter 1

Berbagi cerita

Wow panas sekali hari ini dan lihat lah ada yang berjalan memakai payung berwarna merah jambu yang aku rasa adalah teman ku Jane.

" Hai sayang, kau tidak makan siang?" Tanya nya sambil mencoba menutup payung kecilnya.

" Tidak kah kau melihat panas nya di luar sana?" Satu putaran bola mata ku buat untuk meyakinkan nya beserta tangan yang mengangkat.

" Oke aku bawa kan makan an untukmu ulat kecil. . " " oh tolonglah jangan sebut itu" kembali ku main kan bola mata ku.

Kami pun berjalan masuk dengan tawa kecil yang membuat orang lain pun tidak akan menyadarinya.

Kami pun sampai di ruang loker milik karyawan, lalu aku merogoh saku rok dan blazerku.

 Pakaian kerja ku ada lah blazer ungu dengan saku di kanan dan kirinya. Di padu padankan dengan rok di atas lutut dengan warna yang senada dengan baju seragam ku.

Oh astaga, kuncinya..!! Kunci loker ku!! Tidak ada bagaimana ini?!! Tidak ada kunci aku akan kena masalah besar..

Tangan ku terus saja mencari di segala tempat dan di saku ku pun tidak ada. Oh Tuhan tolonglah aku..

" Jane bagaimana ini? Aku akan kena masalah besar.. !!" Rengek ku pada Jane dengan suara mulai mengecil.

" Tenang Jasmine kita akan menemukan nya. Percaya lah.."

Kata-kata nya membuat ku sedikit tenang, aku memang menyayangi wanita satu ini. dia lebih tua dari pada ku dan yah kami akrab. Dia lah teman pertama ku di kantor ini.

Sudah 1 jam istirahat kami mencari segala tempat dan ruang an yang aku datangi. Apa?! Tentu saja toilet, ruangan kerja, lorong. Karenanya hanya tiga tempat ini yang aku datangi.

" Sudah lah tidak usah mencari lagi lebih baik kamu jujur dan meminta salinan nya pada HRD"

" Tidak pasti ada yang menemukan, tapi kenapa dia tidak mengembalikan nya pada ku? Siap shi orang sial an yang melakukan ini?

Parah hanya itu yang dapat ku rasakan. Belum kaki ini beranjak melangkah ada dua pasang bola mata yang tertuju ke arah ku.

Pak Doni...!! Ngapain dia melihat ku dengan mata seperti itu?! Apa ada yang salah dengan ku?? Atauuu....!???!!

" Jas, bisa ikut saya sebentar ada yang ingin bertemu dengan mu" matanya hanya melirik melihat ku dan berjalan di depan.

Oke HRD satu ini memang sangat tampan dan berwibawa. Terkadang aku takut hanya dengan melihat matanya.

" A..ada apa pak memanggil saya?" Ku beranikan dirimu untuk membuka omong an.

Dia hanya terus berjalan maju tanpa menjawab apa lagi memandang ku. Ih apa semua pria tampan dan seksi seperti ini? Wew habat sekali..

Bruukk...

Awww.. aku menabrak sesuatu dan itu pak Doni. Astaga dari bawah sini wajahnya terlalu tampan hingga tak mau rasanya aku mengedipkan mata ku walau hanya sedetik.

" Kita sudah sampai. Pak Direktur ingin bertemu dengan mu." Mata Pak Sean dan Pak Doni saling bertemu dan Pak Sean pun seperti mengisyaratkan untuk meninggalkan kami berdua saja.

"Ahh.. jangan berkata yang macam-macam kalau masih ingin bekerja di sini paham?"

Anggukan tegas ku berikan pada nya dan oh Tuhan... Dia mengusap lembut pucuk kepala ku..

" Bagus" lanjut nya dan meninggal kan kami berdua.. tunggu dulu BERDUA...!!!!!!

keheningan mencampuri keadaan kami, dia hanya duduk diam dan mengisyaratkan ku untuk duduk di sofa.

Apa dia gagu? Dari tadi aku tidak mendengar nya berbicara. Tapi dia CEO mana mungkin lah..

Bruukk.....

Haaa.. aku tercekat dengan air liur ku sendiri. Dia sekarang ada di sampingku pak Sean. Oh Tuhan tolonglah mengapa dia terlalu tampan.

Mata nya yang berwarna biru serta alis nya yang tebal dan beraturan membuat sempurna. Oh lalu rambut nya di buat seperti potongan anak jaman sekarang..

hati ku luluh melihat nya tapi Eits.. Jangan lupa kan rahang kokoh itu...

Lalu, Astaga naga..!!!

Tangan nya cepat sekali menyamar dagu kecil ku dan cium an yang panas dihasilkan dari ke adaan ini membuat ku kehabisan nafas.

Belumlah cukup aksi nya pada ku dia melontarkan tangan besar nya pada dada ku dan what??

Aku terbuai..!!! Tapi ini

"Cukup hentikan..!!" Pinta ku pada nya. Hanya dorongan ringan yang bisa ku berikan pada nya.

Well aku terlalu lemas di buat nya,walau hanya beberapa detik. Its someting you know..

" Kenapa? Bukan nya kamu dulu yang memulai nya??"

" Apa!?? Sejak kapan??" Sungguh ini keterlaluan. Kapan aku yang memulai melihat dia saja aku tak sanggup apa lagi memulai sesuatu seperti ini.

" Loker mu. Memberitahu kan semuanya"

Whhatttt?????? Oh my God..

Dia punya Indra keenam apa?  Bisa tau dari mana? Dan bagaimana bisa? Tunggu dulu jangan jangan dia mempunyai kunci loker ku?

" Jangan bilang kau membuka loker ku?" Tanya ku perlahan pada pria besar dan tampan ini.

"Yap"

Tamparan panas melesat ke wajahnya, sudah tak bisa ku pendam lagi rasa amarah. Berhak apa dia membuka loker ku?

Tanpa sepatah kata pun aku pergi meninggalkan nya sendiri dengan rasa panas di pipinya.

Satu tarikan tangan memegang lenganku dan seketika itu pula aku terjatuh di perlukan nya. seperti drama Korea yang romantis. Tapi ini sama sekali tidak!!!

Tangannya menyambar dagu ku lagi dan ciuman yang agak membabi buta menerjang ku seperti ombak di pantai yang tidak pernah segan menghajar tebing pantai.

"Ahhh.. lepa.. emmmm.." ah dia memulainya lagi!!

Apa yang ada di pikiran nya, dia kembali melumat bibir ku dan sekarang tangannya menjalar melewati blazer ungu untuk membuka kancing bajuku.

Aku melawan sebisa ku dan.. coba tebak, kalah tanpa ada sedikit pun yang berhasil. Mengapa wanita selemah ini??

"Ahhhhhhh... Jangan di situ, kumohon.." hebat sekarang seluruh kancing atas ku sudah terbuka dan muka nya di pendam kan dalam dada ku.

Perlahan dia mulai membuka bra dan memainkan peranan nya yang sangat bagus. Ah lidah nya perlahan menyentuh pucuk puting ku dan memutarnya dengan lidahnya.

Tidak luput pula bagian bawah ku, dia membuat ku lemas dan bergairah??!!!

Tangan nya mulai mencari pakaian dalam ku dan begitu saja terlepas dan jatuh ke bawah.

Tapi tunggu ada lagi.. ini..

Ada yang keras menyentuh bagian sensitif ku begitu keras hingga seperti pistol yang siap di tembakan.

Dia membuka gesper kemudian kancing celana nya pun menyusul ikut terbuka. OMG..!! BESAR SEKALI....!!!!

Kurasa aku tidak siap dan ahhhhhh... Itu melalui ku begitu saja. Tidak ada peringatan terlebih dahulu.

Hanya ada dia dan aku di ruangan ini. Entah kenapa dia begitu "pengalaman". Aku terus terbuai.

Di tengah tengah percintaan kami dia mencium leher ku dan sedikit menjilat bagian kuping yang membuat ku semakin panas.

Alunan irama gerak kami semakin cepat dan beraturan seperti musik dan lagu yang bertemu karena mereka memang di takdir kan bersama.

Dia mengerang dikuti dengan wajah nya memerah serta kepala yang di dongakkan ke atas. Seperti mempunyai sensasi tersendiri untuk melampiaskan kepuasan nya saat bercinta.

Kubiarkan pikirin dan nalar ku masuk kembali ke dalam pikiran ku yang kosong. Ini tidak seharusnya terjadi, apa yang kau lakukan dasar bodoh...

" Hei apa yang kita lakukan?!!" Ku dorong sekuatnya untuk membuka ruang untuk ku bernafas.

 Berada di dekat nya serasa seluruh oksigen di sekeliling ku terhisap ke hidung nya yang besar.

" Kita bercinta sayang, baru saja terjadi"

" Apa ini selalu kau lakukan pada karyawan mu?" Dengan susah payah aku membenarkan dandanan ku dan pakaian ku.

Astaga, sungguh bukan main. Begitu berantakan dan tidak pantas di sebut karyawan. Kulihat pantulan diriku di kaca gedung.

" Tidak sayang, hanya kau yang telah membuat ku bergairah. Tidak pernah aku merasakan gairah birahi sebesar ini pada seorang wanita" matanya membuat ku terpanah dan kata-kata nya.

Ayo lah cewe pintar dia kaya dan punya segalanya. Perkataan nya sudah pasti untuk setiap wanita yang sudah dia tiduri.

" Apa yang kita lakukan salah. Jadi tolong jangan pernah di ungkit kembali. Ijinkan saya pergi pak Sean. Terima kasih." tanpa memandang dia kembali aku melangkah pergi.


****

   Sender : Boss Monster
    Bagaimana hari ini bila kita pergi keluar? Apa kau ikut acara kantor? ASAP.

Bodoh ah, rasanya ingin pergi saja dan pulang. Bukan nya di sini dengan boss mesum.Rasanya ingin menangis.

Diluar aku melihat setetes air yang datang entah dari mana dan dengan cepat bertambah banyak dan hujan turun dengan lebatnya.

Ini akan menjadi hujan awet sampai malam. Sampai tentu saja benar.

Hujan terus saja mengalir deras bahkan tidak ada peringatan sebelumnya untuk dia datang ke sini.

 "Huft bagaimana mungkin aku lupa membawa payung" rengek ku pada diriku sendiri.

Sore yang sepi tanpa ada nya teman yang menemani, jelas saja semuanya sudah pergi ke acara kantor.

Hebat sekali diriku yang masih sendiri di sini karena ada kerja an yang mengharuskan deadline. Hebat nya tidak ada yang mau menemani ku.

Ketukan di meja membuyarkan lamunan ku.

"Boss? Kenapa ada di sini?" Tanya ku pelan dan mencoba mencari sosok wajah sang CEO.

"Kamu yang harusnya memberikan jawaban pada ku?!"

Wew habat bangat nih boss, tanpa rasa bersalah tangan nya yang sedikit kasar meraih rahang ku dan.. oh Tuhan dia melumat habis semua bibir ku.

Cukup lama kami berciuman sampai akhirnya..

Nafas, aku butuh nafas..!!

ku dorong tubuhnya sekuat mungkin. dan walah ternyata oke kita berdua membutuhkan nafas..

Nafas kami terengah-engah memburu satu dengan yang lainnya. Aku rasa wajah ku memanas.

"Sayang kenapa kamu lepaskan ciuman maut kita?" Tanya nya lembut

dan oh tidak lupa tangan nya pun kembali menjalar ke belang tengkuk ku terus turun dengan cepat meraih sisi pinggang ku yang kecil.

"Ahhhhhhh.. jangan..!! " Kurasa desahan ku membuat pria ini semakin melonjak naik dan aku tau apa itu.

"Jangan tahan sayang, biarkan saja ini mengalir dengan cepat. Tenang saja tidak akan sakit seperti kemarin"

" Jangan di sini aku mohon" ku mohon berikan aku belas kasih mu boss Monster.

Tolak.. ayo tolak cewe bodoh. Jangan sampai terlena akan wajahnya yang tampan menawan dan argghhh...

He is so perfect and hot.

" Oke kalau kau memaksaku seperti itu, ikut aku sekarang. Bereskan meja mu dan ikut lah dengan ku sekarang"

" Keman?!! Lagi..? " Tanya ku cepat

" Ketempat yang aman" kedipan mata nya membuat ku serasa ingin pingsan ditempat.

"Cepat sayang, aku tidak bisa menunggu " belaian lembut yang terasa lebih hangat menyentuh kulit ku.

Apa apa an ini aku hanya ikut terbuai dengan ny saja, tidak ada perlawanan apa pun? Tangan nya begitu kuat memegang ku.

Dia memakai jas coklat dengan celana yang serasi di padan kan dengan kemeja biru begitu berwarna, ada jam Swiss yang melingkar indah di tangan kanannya.

***

Oke kita tiba di suatu tempat yang aku sendiri pun tidak tau ini di mana, tadi malam dia memberi kan ku minum dan aku pun tertidur di dalam perjalanan.

Kalian tau yang lebih hebat nya lagi, ini pagi dan kita masih belum sampai.

Rasa takut dan cemas menghampiri ku seperti kicauan burung yang berkata hei, kau akan tamat..

Haha.. sungguh terlalu over tapi ini serius...!!

Pintu gerbang, emm baik lah lebih tepat nya gardu besar lalu banyak pohon yang mengelilingi nya.

" Selamat pagi nyonya Jasmine"

Haha.. tawa kecil yang hanya ku bisa beri kan pada nya. Ini apa? Aku seperti tuan Putri.

" Hai sayang, kau terlalu lama tidur dan aku pun sudah menyiapkan segalanya." Segera selesai dia berbicara demikian.

Dia menepuk kedua tangannya dan tiga pembantu langsung mengikuti dia. Entah apa yang dia siap kan tapi ini terlalu berlebihan.

Berhubung kita baru saja kenal,bahkan cara kenalan yang jauh dari kata wajar. Bagaimana tidak, pertama pertemuan kita sudah bercinta, kedua dia terus-menerus menempel dan mencoba mendekati ku.

Seperti pasangan yang sudah lama tidak bertemu karena sang pria harus berperang sampai pada akhirnya bertemu dan hebat lah percintaan mereka di atas ranjang.

Bagaimana dengan aku?? Di kantor diruang Boss Monster tanpa pemberi tahu an dulu dan segala terjangan yang dia hujan ni pada tubuhku serasa seperti.. seseorang yang aku kenal.

Dari cara nya bercinta dengan ku. Dia membuat ku seperti seorang Putri yang di manjakan oleh pangeran.

Sweet..

Mata nya terus memandangi ku dari ujung sana, para pelayan berdatangan hanya dengan gerakan tangannya.

Dia gagu apa selalu melakukan itu pada semua orang, dasar Boss Monster. Hanya bisa menyuruh orang.

Kami duduk di meja makan persegi panjang dengan kami duduk di berhadapan, dia duduk di ujung satunya begitu pula dengan aku.

Semua uang ada di sini begitu mewah, megah dan menakjubkan. Aku tidak tau dia ketiban durian berapa buah tapi dia sangat beruntung

Makan malam ini berjalan lancar dan tidak ada serangan, berhubung banyak orang. Aku sedikit mengintip ke arah nya dan ternyata dia terus-menerus menatap ku.
Tapi tunggu dia seperti berkata dengan wajah nya.

Hahahaha.. tunggu saja waktunya..

Mengapa wajahnya bisa berkata demikian pada ku? Kenapa dia seperti bisa membaca pikiran ku? Apa salahku?

***

Tok tok tok

Ketukan di pintu aku hiraukan. Tidak ada gunanya meminta ku membukakan nya untuk mu.

Pergi tidur lah jangan mengganggu ku ini sudah malam kau tahu. Tapi seperti nya dia tidak berhenti sampai di situ.

" Jas, Jasmine.. sayang bukan kan pintu mu. Please.." what? Untuk apa? Meniduri ku lagi??

Tidak Tidak Tidak

Sudah lah aku mau tidur saja..

Emmm.. ada apa iji?? Ah basah ada sesuatu yang basah menempel di bagian bawah ku. Lembut dan nyaman. Membuat ku ingin terbangun dan merasakan gairah cinta.

Ku buka mataku perlahan.

" Aaaaaaaaaaaa....!!!! Mesum.....!!!""

Kembali tamparan panas menyambar pipi putih nya. Habis dia mengagetkan dan selalu mencoba menyerang ku dengan segala nafsu birahi nya.

" Kenapa aku tidak boleh menyentuh calon istri ku?" Salah satu alis mata nya meninggi setelah berbicara demikian.

" Apa? Bagaimana bisa?? " Aku sangat terkejut dan beruntung nya aku tidak mempunyai penyakit jantung yang akan mengambil nyawaku saat itu juga.

Karena kata kata dia satu ini tidak dapat di percaya, Bahakan aku cerna lebih cepat dari biasanya.

" Aku sudah mempersiapkan nya apa pun itu dari pemberkatan dan resepsi?? Tidak perlu lah.."

" Tunggu dulu ini apa yah maksud nya? Bagaimana bisa aku? Kita baru saja kenal. Jangan asal mengambil seorang wanita menjadi istri bila hanya karena bisa memuaskan nafsu mu."

" Tidak ini serius. Kau tidak mau kan kalo anak yang ada di dalam perut mu itu tidak mempunyai Papah??"

Astaga aku lupa pakai pengaman dia pasti banyak mengeluarkan di dalam..

Belum selesai dengan pemikiran ku sendiri kembali lagi dan kesekian kali nya lagi dia menarik dagu ku untuk bisa lebih dekat pada nya dan..

Yah tentu ciuman yang membabi buta tercurah kan pada bibir manis ku, tangan nya merambat dengan sangat cepat masuk meraih bra ku dan melepaskan nya begitu saja tanpa aku sadari.

Kejam dia selalu lebih hebat, dia mengerang. Kini ciuman nya pun turun perlahan. Tangan nya kembali menjelajahi kedua gunung kembar ku.

Ah remas an nya membuat ku nyaman, jilatan panas jatuh di pujuk puting ku. Begitu lembut, tangan kirinya pun ikut masuk ke dalam bagian sensitif ku.

Dia memasukkan salah satu jari nya dan memainkan dengan lembu. Dia membuat ku seperti di manjakan oleh ke molek kan nya bermain di ranjang.

Ketika kami sama-sama sudah mulai terangsang dengan keadaan ini. Mulailah puncak yang dia (dan aku) nantikan.

" Ahhhhhhh, pelan. Itu sesuatu yang besar dan keras" perkataan ku keluar begitu saja.

Ini akan semakin membuat nya menginginkan ku melayani nya. Gerakan pertama aku berada di atas nya, gerakan seperti menunggangi kuda.

Ku buat di terlena, kini aku yang berada di bawah dia yang mulai menguasai ranjang dan ahhhhhh